Dunia Ning Arum

Enjoy how my life and the lives of others

  • Home
  • About Me
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

 

Kucing Nona Ami


Namanya Blecky, kucing putih bersih yang gemar sekali mandi. Di pagi hari dia akan bangun dengan begitu Anggun, menyapa para tumbuhan dan hewan-hewan kecil yang dia temui di perjalanan menuju dapur.

Nona Ami yang selalu menyisahkan susu paginya untuk Blecky tersenyum ceria mendapati kucing kesayangannya semakin gemuk setiap harinya. Dia menggendong Blecky, menciuminya, mengelus, menjewer, hingga Nyonya Amara berteriak untuk segera sarapan dan berangkat ke sekolah.

Seperginya Nona Ami dari rumah, Blecky duduk di teras rumah, menikmati pemandangan yang begitu indah di pagi hari. Aroma rumput basah bekas hujan kemarin malam, suara para ibu-ibu yang sedang merumpi di penjual sayur samping rumah, tangisan para bayi tetangga, dan suara-suara ayam yang saling bertengkar merebutkan makanan.

“Sungguh nikmat menjadi satu-satunya kucing di lingkungan ini,” katanya sambil memejamkan mata dan menikmati angin yang melewatinya.

Dia melihat para ayam yang sedang berebut makanan. “Ayam, bagaimana rasanya merebutkan makanan seperti itu? Karena, yah kalian tau bahwa Nona Ami selalu menyediakan makanan banyak untukku, jadi aku tidak perlu berebut makanan seperti kalian.”

Para ayam itu berhenti merebutkan makanan dan menoleh pada Blecky secara serentak.

“Blecky, katakan kepada kami, bagaimana rasanya kesepian dan tidak memiliki teman?”

Blecky diam cukup lama, hingga dia tersenyum begitu lebar. “Kesepian dan tidak memiliki teman? Ah, sepertinya kalian lupa bahwa aku memiliki Nona Ami yang selalu menggendongku, menciumku, mengelusku, menjagaku hingga aku tertidur pulas.”

“Tapi kamu tidak bisa berkomunikasi dengan dia, dia tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.”

“Itu tidak penting!”

“Tentu itu penting. Bagaimana bisa kamu merasa memiliki teman ketika tidak ada yang mengertimu?”

“Nona Ami mengerti ucapanku! Dia selalu memahamiku. Manusia-manusia itu mengerti kucing mereka, mereka selalu berkomunikasi dengan para kucing.” Blecky mengalihkan pandangan. “Aku justru kasihan kepada kalian. Kalian tidak pernah berkomunikasi dengan para manusia, hanya dibesarkan untuk keuntungan mereka saja.”

“Dan kamu dibesarkan untuk jadi penghibur dan dibuang ketika sudah tua.”

“Dan kalian akan kehilangan satu sama lain karena memang itu takdir kalian.”

“Tidakkah kalian lelah?” Anjing Bernama Jo milih Tuan Bara itu datang ditengah perdebatan.

“Kucing itu selalu membanggakan diri! Dia terlalu sombong.”

“Kalian hanya iri pada hidupku!”

Jo menggelengkan kepala. Sebagai sesama Binatang hal ini sungguh lucu untuknya. Bagaimana mungkin mereka mendebatkan sesuatu yang sama? Mereka mendebatkan takdir kehidupan mereka yang sebenarnya sama saja, tidak ada bedanya dengan yang lain.

“Bukankah kalian sama saja? Semua Binatang memiliki nasib sama. Pada akhirnya kita akan berakhir sama. Jadi apa lagi yang kalian perdebatkan?”

Blecky menggelengkan kepala. “Tidak sama, aku disayang oleh para manusia, mereka tidak.”

“Kita semua disayang oleh manusia, itu sebabnya mereka memberi kita makan, merawat kita, memastikan bahwa kita aman dan kenyang.”

“Tapi ayam-ayam itu dipelihara itu dimanfaatkan.”

“Semua binatang dipelihara untuk dimanfaatkan. Tidak ada salahnya, itulah takdir hidup seluruh Binatang.”

“Tidak sama!” Blecky masih tetap memegang teguh kepercayaan bahwa hanya dirinya—bangsa kucing—yang disayang dengan tulus oleh manusia.

Ayam-ayam itu memilih untuk masuk ke dalam kandang, ayam betina yang kembali mengerami telurnya, dan ayam jantan yang memilih untuk tiduran. Bahkan Jo ikut kembali ke dalam pekarangan rumah Tuannya, melelahkan mendebat Blecky yang selalu merasa paling beruntung di antara para Binatang.

Keesokan harinya, suara jeritan Blecky membuat para Binatang—bahkan semut dan Binatang kecil lain ikut berkumpul.

Dan begitulah kenyataannya, Blecky yang tergantikan oleh seekor hamster berwarna putih yang semalam dibawa oleh Nona Ami dari sekolah. Dan Blecky begitu tersakiti, menghadapi kenyataan bahwa dia ditinggalkan.

“Tidak ada yang meninggalkanmu,” kata para ayam.

“Nona Ami meninggalkanku.” Dia menangis tersedu-sedu hingga tubuhnya bergetar hebat.

“Dia hanya menambah peliharaan, tidak ada salahnya. Kamu tenang saja, dia akan tetap menyayangimu seperti sebelumnya,” para ayam berusaha untuk menenangkan Blecky.

Dan di hari inilah Blecky menyadari bahwa dia sama dengan Binatang lain. Pada akhirnya seperti itulah kehidupan Binatang, dan Blecky tak lagi membenci itu.


Menuju Negara Bebas Kusta, Peringatan Hari Kusta Sedunia 2024

Kusta menjadi salah satu penyakit yang keberadaannya sering kali diabaikan oleh Masyarakat. Menurut data organisasi Kesehatan dunia (WHO), Indonesia menduduki peringkat ketiga penyakit kusta terbanyak di dunia, setelah India dan Brazil. Melihat banyaknya angka Masyarakat yang terjangkit penyakit kusta menjadi pembahasan dalam bidang Kesehatan.

Pada tanggal 28 Januari 2024 bersamaan sebagai hari memperingati Kusta Sedunia, dalam Talk Show Ruang Publik KBR bersama dengan dua narasumber yaitu Agus Wijayanto MMID selaku Direktur Eksekutif NLR Indonesia dan Hana Krismawati, M. Sc selaku Pegiat Kusta dan Analis Kebijakan (Pusat Sistem dan Strategi Kesehatan-Minister Office) memberikan topik pada live streaming dengan judul ‘Peringatan Hari Kusta Sedunia 2024’.

Pada dasarnya hari peringatan kusta sedunia selalu diperingati pada minggu terakhir bulan Januari, yang kebetulan pada tahun 2024 ini ditetapkan pada tanggal 28. Diadakannya hari peringatan kusta sedunia guna menyadarkan Masyarakat mengenai penyakit tersebut, juga meninimalisir diskriminasi terhadap para pasien kusta dan orang yang pernah mengalami kusta.

Hana mengemukakan bahwa dalam memperingati hari kusta sedunia, pihak Kesehatan global sudah memberikan tema pada tahun ini, yaitu ‘Beat Leprosy: Unity, Act, and Eliminate’. Di mana tema ini dipilih karena dari berbagai pihak Kesehatan benar-benar ingin mengeliminasi kusta dari negara Indonesia maupun negara lain.

Katanya, “Tentu saja untuk mengeliminasi, tidak bisa bergerak sendirian, membutuhkan peran berbagai pihak yang inklusif, tidak hanya dokter spesialis saja tetapi semua orang.” Melalui tema tersebut, diharapkan adanya dukungan kepada para penderita kusta agar mampu melalui proses penyembuhan, juga menghilangkan stigma buruk mengenai kusta yang masih melekat di masyarakat.

Menurut Hana, pada akhir 2023 angka kusta yang terdaftar sudah mencapai 17 ribu, sedangkan banyak juga kasus kusta yang mungkin saja tidak tercatat karena dalam mendatanya pun pihak Kesehatan masih menggunakan cara yang manual.


Agus Wijayanto selaku Direktur Eksekutif NLR Indonesia juga menyinggung lah tersebut, bahwa dalam menangani kasus kusta pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, dibutuhkan Kerjasama juga dalam masyarakat untuk menangani hal tersebut.

Hana kembali menjelaskan mengenai stigma yang menyebar di masyarakat, seperti ketakutan masyarakat akan tertular kusta. Tetapi menurut penelitian yang dilakukan di Papua untuk seseorang dapat tertular kusta membutuhkan kontak yang intens dalam kurun waktu lebih dari delapan bulan. “Kalau dari penelitian lain ada yang menyatakan mungkin bajkan lebih dari delapan bulan yang harus kontak terus-menerus, intens, mungkin tinggal seruma dan dalam waktu lebih dari delapan jam setiap hari,” tuturnya.

 Agus menambahkan, “Kusta bukan hanya masalah Kesehatan tetapi juga sosial dan ekonomi. Integrasi antar dinas bersama masyarakat hingga perguruan tinggi harus berjalan. Termasuk pentingnya peran media di dalamnya. Dengan demikian, diharapkan eliminasi kusta semakin cepat dibandingkan target zero cases di tahun 2040.”

Agus sebagai Direktur Eksekutif NLR Indonesia juga mengemukakan bahwa NLR Indonesia berkontribusi dalam mewujudkan tujuan penanggulangan kusta, serta NLR Indonesia juga memberikan alokasi anggaran untuk pencegahan penyebaran penyakit kusta.

NLR Indonesia sendiri merupakan organisasi nonpemerintah yang memberikan dorongan pemberantasan kusta dan inklusi disabilitas termasuk para orang yang pernah menderita kusta, sebagai anggota dari Ferenderasi Internasional Organisasi-organisasi Anti Kusta, NLR Indonesia juga memberikan tenanga ahli yang berkontribusi dalam melatih para petugas kusta di Tingkat provinsi, kabupaten, hingga desa.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Hai, perkenalkan saya Wahyuning Arum. silakan e-mail ke wahyuarum0311@gmail.com untuk kerja sama

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

Categories

  • Cerita Kita 15
  • Cerpen 1
  • Lifestyle 2
  • Ratu 11
  • Rekomendasi 5
  • Review 6

Cari Blog Ini

Intellifluence Trusted Blogger

Arsip Blog

  • ►  2025 (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ▼  2024 (2)
    • ▼  Februari (1)
      • Cerpen Anak-Anak: Kucing Nona Ami
    • ►  Januari (1)
      • Menuju Negara Bebas Kusta, Peringatan Hari Kusta S...
  • ►  2023 (14)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2022 (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2021 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (4)
  • ►  2020 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2019 (10)
    • ►  Desember (2)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2016 (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
Diberdayakan oleh Blogger.
  • Beranda

Popular Posts

  • Sarana bagi Para Penyandang Disabilitas dalam Pemilu 2024
  • Ratu | Bagian 1 | Pertemanan
  • Cerpen Anak-Anak: Kucing Nona Ami
  • Ratu | Bagian 2 | Risma

Labels

  • Lifestyle 2

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template